Tuesday, March 6, 2012

7 Things To Do at Busway Shelter

Sebenarnya gw cenderung lebih memilih penggunaan kata 'bus transjakarta', tapi khalayak ramai warga Indonesia biasa mendengar istilah 'busway' (-.-).. so, here we go


Semenjak tahun 2004, busway sudah menjadi moda transportasi umum dalam kota yang banyak dipakai oleh warga Jakarta. Orang kantoran, anak kuliahan, pelajar, masyarakat, sudah menjadikan busway sebuah alternatif utama selain angkutan umum lainnya seperti bus mayasari, metromini, APB, patas AC dll. 

Sebagai salah satu pengguna busway (tidak bisa dibilang setia juga sih, wonk memang butuh, kalo punya motor ya mendingan bawa motor) gw punya beberapa saran bagi Anda sekalian yang juga "gemar" naik busway.. tapi kemudian merasa sekarat karena kebosanan menunggu dalam antrian yang penuh sesak dan bermacam-macam tingkah pola penumpangnya.


HAL-HAL YANG BISA DILAKUKAN SELAGI MENUNGGU BUSWAY:

PERTAMA > PASANG MATA: Salah satu hal yang mungkin Anda semua langsung sadari, jika kita berada dalam barisan antrian, secara otomatis pasti akan bisa melihat langsung penumpang-penumpang lain yang berpapasan ke arah yang berlawanan (biasanya berasal dari pintu penurunan menuju ke dalam halte buat transit). Jadi jika  mata Anda sudah bosan melihat sekumpulan rambut-rambut hitam kumel sehabis bekerja seharian, alihkan saja mata ke arah penumpang-penumpang lain yang papasan tsb untuk mencari pemandangan yang segar-segar. Jika Anda cowok ya silahkan pelototin yang bening-bening dan jika Anda cewek ya silahkan pelototin yang ganteng-ganteng, I do this all the time :). Alternatif lainnya (sebenarnya ini nggak disarankan sih) jika ada penumpang lain yang sedang SMS-an atau BB-an, dan posisinya dekat dengan kita sehingga teks yang diketiknya secara tak sengaja terbaca, ya udah, kalo lagi mood iseng, baca aja diam-diam, habis mau gimana lagi.

KEDUA PASANG MULUT: Jika sendiri, cobalah ajak orang di sampingmu ngobrol; biasanya topik pertama yang paling mudah diangkat adalah tentang lama datangnya busway. Jika bepergian dengan teman, ya itu entah dia yang senang ngerumpi atau Anda yang senang ngegosip, ajaklah bicara.. tapi biasanya hal ini akan terjadi secara alamiah sih. Mengobrol dengan teman akan sangat efektif mengusir rasa bosan mengantri, waktu terasa cepat, khususnya jika Anda sedang berjalan dengan sang gebetan dalam rangka pedekate. Dan perlu dicatat, ngobrol sambil dempet-dempetan dengan gebetan itu asik dan enak saudara-saudara.

KETIGA > PASANG TELINGA: Bisa dijamin murah meriah. Setiap hari yang namanya terperangkap di antrian berjubel halte busway, SUDAH PASTI akan ada salah satu dari sekian penumpang yang bakalan menelepon dengan suara kencang, atau beberapa orang yang mengobrol dengan kekuatan suara yang memungkinkan kita sampai tahu betul seluk-beluk isi percakapannya; dan mungkin tidak kalah seru dari cerita sinetron atau pun drama Korea *halah*. Kadang-kadang isi topik pembicaraannya suka berkaitan dengan situasi kerjaan di kantor yang do'i mulai terasa gak betah, urusan bisnis di luar kota (biasanya nama kota Jakarta nanti dibawa-bawa,karena yang nelepon juga bukan orang Jakarta), atasan atau rekan kerja yang rese', gebetan yang ngajak janjian ketemu di halte busway lain yang searah, pacar atau pasangan nikah yang nanyain posisinya sudah ada di mana, obrolan kuliahan, curhat ke temen tentang perasaan suka tapi masih belum sadar kalo itu perasaan suka, obrolan politik, dan topik-topik ajaib lainnya. Atau bisa juga gini, kalau masih belum punya MP3/MP4 Player, tapi orang yang pake headphone di sebelah elo pasang musiknya kenceng banget, sampe lagunya "bocor" keluar dan kedengaran sama kita, kalo menurut lo lagunya enak, boleh juga tuh numpang dengerin lagu.

KEEMPAT SEDIA ALAT KOMUNIKASI: Kenapa gw nulisnya 'alat komunikasi'? karena sudah ada BB (Blackberry) yang kegunaannya lebih dari sekedar alat komunikasi oral jarak jauh, yaitu juga memberikan fasilitas text messenger. Kalau punya BB, ya Anda pasti akan BBM-an.. kalau Anda baru punya ponsel saja, ya manfaatkanlah fitur-fitur yang tersedia di dalamnya. Gunakanlah ponsel tsb untuk SMS atau berkirim pesan singkat dengan orang-orang terdekat Anda, atau cobalah telepon seseorang yang menurut Anda nyaman untuk ditelepon. Dua-duanya tidak sempat atau malas melakukannya? mainkan saja mini game yang ada di dalam ponsel, paling tidak membuat Anda lupa waktu sebentar (jika Anda tipe orang yang senang nge-game ya).

KELIMA SETEL MUSIK: Nah yang ini nih biasa dilakukan oleh sebagian besar penumpang. Mendengarkan musik dari radio ponsel, MP3/MP4 Player, CD player, atau muterin lagu-lagu yang disimpan di ponsel. Kalau belum punya semua itu.. ya nyanyi-nyanyi aja sendiri (asal jangan kenceng-kenceng, malu ah)

KEENAM  > BAWA BACAAN: Termasuk orang yang gemar membaca buku? bawalah buku untuk bahan bacaan Anda sambil berdiri di antrian. Buku apa saja boleh; buku juz Amma, novel, TTS, kamus, komik, panduan shalat, asal jangan majalah FHM atau POPULAR aja ya, ribet entar after effect-nya.

KETUJUH (alternatif) > MAIN GADGET: Sebenarnya tidak disarankan sih, apalagi kalau membawa benda-benda ini ke dalam antrian penumpang busway yang pasti nanti berdesak-desakan dan sikut-sikutan.. but that's all up to you.. Nah, buat Anda yang 'sadar teknologi' dan mengikuti perkembangan gadget (alat elektronik) apapun, Anda bisa menyibukkan diri dengan benda-benda ini sembari menunggu busway tiba: Buat Anda yang selalu aktif berselancar internet, sudah ada yang namanya PC tablet atau sejenisnya, seperti Galaxy Note atau iPad, dan buat Anda yang seorang gamer, ada juga gadget buat nge-game yang disebut 'handheld portable game system', seperti PSP atau Nintendo DS Lite, yaitu sebuah gadget untuk main game tapi yang ringan dan bisa dibawa kemana-mana. Kedua jenis gadget ini dijamin akan membuat Anda lupa dengan orang-orang sekitar, nanti tahu-tahu udah disuruh masuk ke busway deh sama petugasnya.

Sebenarnya masih banyak daftar 'kerjaan' kala mengantri di antrian busway, tapi ketujuh poin di atas ini adalah yang paling sering terlihat dilakukan oleh para penumpang. Bagaimana? apa Anda termasuk salah satunya?  PGB


Monday, March 5, 2012

Hitungan hari menuju takdir selanjutnya



Kemarin, saya baru saja mengantarkan istri tercinta untuk di-USG di RS.Cipto Mangunkusumo sekitaran Salemba. InsyaAllah dalam hitungan hari, istri saya akan melahirkan anak pertama. Penantian cemas selama 1,5 tahun ini pun berbuah manis dengan munculnya dua garis hitam di alat pemeriksa kehamilan (test pack). Padahal sebelumnya saya sempat cemas, sudah giat melakukan 'sunnah rasul' tapi kok belum ada tanda-tanda kehamilan pada istri.

Akhirnya, Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ternyata Engkau masih memberikan hambaMu ini kesempatan untuk mengasuh dan menyayangi titipanMu kepada kami. Kebahagiaan ini bukan hanya saya dan istri yang merasakannya, tapi juga dari kedua belah pihak keluarga kami masing-masing.

Tentu saja, tanggung jawab yang besar pun diperlukan. Segala macam sikap egois dan kekanakan yang masih kumiliki ini harus perlahan-lahan dihapus dan dihilangkan. Membesarkan titipan Allah tidak bisa dibilang perkara yang sepele. Kasih sayang, perhatian, didikan agama dan nafkah pun harus selalu terjaga alirannya. Maka dari itu segala bentuk pengalih perhatian pribadi harus dipotong secara ekstrim tapi tidak dihilangkan (seperti hobi atau kebiasaan berbelanja/jajan yang tidak perlu), yakinlah semua itu akan bermanfaat. Tapi ingat, bukan berarti hobi atau kebiasaan kita harus dihilangkan, dikurangi saja. Kalau tidak ada 'hobi' bagaimana coba kita para laki-laki bisa mengalihkan atau mengurangi depresi kita (namanya manusia itu perlu entertainment juga-lahir dan batin, kita bukan robot yang bisa 24 jam standby bukan?)

Jadi konklusinya, diberi titipan seorang manusia oleh Allah SWT merupakan suatu anugerah tuhan yang tiada duanya. Kewajiban orangtua untuk memperkenalkan agama Islam dan Allah SWT pada anak menjadi hal mutlak, tak bisa ditawar-tawar. Kelak buah hati kita inilah yang nanti do'a-do'anya akan menyertai kita kelak di dalam kubur, menunggu panggilan berkumpulnya ke padang Mahsyar. (PGB)

Wednesday, June 15, 2011

Somehow.. I feel at peace.. even just a little.

Months gone by.. and I just accomplished a little piece of my mountain-sized wishes. Even though, the thing that surprised me was that my first achievement actually gave me a little bit of peace inside the heart. I already knew about fulfilling one wishes could boost someone's happiness rate, but I never thought it would be this calming!

For once, I don't even care 'bout others. All the trashy whispering secrets and cynical-ism that sounded like bull-crap, all of that just can go to hell. Come to think of it, they just simply stink but there's no real harm done. I can easily ignored these stupid useless things 'coz now there are something FAR MORE BETTER (and healthier) has await me in my own cozy room.

Behold, the newest and latest development of sensor motion that has captured many hearts of gamer: "The Xbox 360 Kinect" Never before a console become so complete yet so healthy at the same time. 

Health experts have already suggested sports to people since long time ago. After the arrival of the millennium era, stress rate has increased rapidly due to population growth and concerning health care. Hectic lifestyle also contributes to stresses.

By doing sports, we can reduce stress levels. It calms the unrest minds. But time aren't a luxury for people that are too busy, and they'll for sure be doing something too important to be left out. So how about working out (sport) in-door? Don't have the proper imagination to work it out? have no fear, kinect is here!

You don't have to go to the park or the gym regularly anymore. Xbox 360 games are now kinect supported, so you can still jog, move, do tai-chi or even play soccer without going out. Sport calms the mind. Sport is moving, playing kinect is moving. Moving is the best medicine, so go kinect. "Jump in", literally ;) 



Saturday, May 21, 2011

Wishes Never Over

An hour before dawn..

Just as you thought your life are already near "perfect" (according to your silly ideals) FACTS kicks in. Yes, yes, being a grown up means forget all that childhood stuffs like playing your old toys and sleazing off on a couch watching your favorite cartoons.. but does it preventable? I couldn't even help myself memorizing all of my nostalgic cartoons and old toys.. and I missed them, missed the atmosphere.. the calmness, never worried of being mugged or hurt 'coz u know your folks are there protecting you, safe from all harm, nice and quiet, tuck in inside the deepest part of your comfy home.

But then, we HUMANS, have to grow up. Become adults, living everyday life, seeking jobs, seeking money, to pay the rent, to get married.
Last thing on earth that humans need IS money. But MONEY couldn't buy HAPPINESS. If a man truly happy then money isn't of a concern, so how could we be happy?

Usually "happy" means fulfillment of every wishes. Wishing to have an Xbox 360 Kinect, wishing to have an artistic-melancholic girlfriend, wishing to be proper dressed, wishing to have friends that support and understands you.. all wishes are LEGAL. You don't have to pay to wish for something, JUST WISH to something that you believe to.

Of course it's never over.. wishes do tend to accumulate by numbers. So what happen if we are never to get our wishes come true? Dissapointment comes. Disappointed by our belongings, disappointed by our co-workers, disappointed by our public transportation management, disappointed of not having friends.. I assure you it FELT LIKE DICK.

But here's a tip: Life is unpredictable, the only thing you can predict is your wishes. Don't be afraid to wish something you wanted deep down inside your heart, and don't forget to be always determinant to make your wish come true, just don't push it too far okay, know your limit  :)

REMEMBER, you think you are alone but in fact you ARE NOT, you just haven't realized it yet. Look around.. and observe, there are people that will be there for you  ;)

Thursday, October 21, 2010

Pemberi Nafas industri Game Indonesia

Teks: Petir Garda Bhwana

Sudah menjadi pengetahuan umum sebagian besar masyarakat perkotaan di Indonesia kalau warnet-warnet bukan hanya sebagai tempat untuk membuka situs internet dan jejaring sosial saja, tetapi sudah menjadi ajang perkumpulan anak-anak ataupun orang dewasa, yang masih suka memainkan berbagai jenis permainan komputer online. Dari sinilah timbul berbagai komunitas gaming ternama di kalangan gamer dunia, sebutlah XcN (asal Indonesia) dan Virtus.Pro (asal Rusia). Kedua tim ini sudah pernah mewakili negaranya masing-masing untuk berkompetisi di ajang turnamen game sedunia.

Di Indonesia sendiri, telah berdiri suatu tempat bernama Ayola: Cyber Game Square, yang terletak di Mangga Dua Square lantai 2, yang memang didirikan untuk melakukan pembinaan dan pelatihan bagi siapa saja yang mau serius menekuni dunia cyber game profesional agar bisa berprestasi dalam event kompetisi dunia game online ‘WCG’ (World Cyber Game). Ibu Novi, selaku penggagas didirikannya Ayola, mengaku kalau dia pun dulunya adalah seorang pemain game online juga.

Ibu Novi
Tampak depan AYOLA
Interior dalam AYOLA
Layar 32" inch yang besar




























































Di zaman keemasannya itulah, ibu Novi beserta KGI (Komunitas Gamer Indonesia) pernah mengharumkan nama bumi Indonesia dengan berhasil meraih gelar juara ke-tiga di kompetisi ‘Gunbound World Championship’ yang diselenggarakan di Korea Selatan. Keberhasilannya menyabet gelar juara itu pun menyita perhatian Menpora, membuka mata mereka kalau prestasi bukan cuma bisa dilakukan oleh para atlit di ajang kompetisi olahraga ASEAN saja, tapi di kompetisi game dunia WCG juga bisa. Semenjak itu pula, timbul keinginan dari Ibu Novi dan KGI untuk meneruskan prestasi para atlit cyber game Indonesia dengan mencari dan mengembangkan bibit-bibit baru yang berpotensi.

Kemudian sekitar tahun 2004 lalu, Ibu Novi beserta rekan-rekan KGI berniat untuk mengadakan suatu acara gathering komunitas pemain game Gunbound se-Indonesia. Tapi Telkomsel, yang menjadi sponsor acara mereka pada waktu itu, mengajak Ibu Novi untuk membuat acara gaming online selama 72 jam non-stop untuk MURI (Museum Rekor Indonesia). Hasilnya, nama KGI pun tertoreh dalam catatan buku MURI. Peristiwa ini jelas mendatangkan keuntungannya sendiri, karena setelah dua minggu event itu berlalu, komunitas para pemain game Gunbound di KGI bertambah secara signifikan. Ibu Novi semakin bersemangat untuk melebarkan komunitas Gunbound melalui event-event KGI. “Karena di Indonesia sudah ada publisher game online resmi, maka mengumumkan event kompetisi pun menjadi lebih mudah,” tutur Ibu Novi, “Cukup dengan memasang pengumuman pada web page dan membuat serangkaian kompetisi dengan hadiah menarik, pasti akan menarik minat lebih banyak gamer untuk bergabung.”

Satu tahun kemudian, Ibu Novi pun ‘tersadar’ kalau ternyata bukan cuma Gunbound saja yang ramai digemari oleh para gamer Indonesia, tapi ada juga beberapa game online lain yang memiliki basis gamer yang kuat, sebut saja Counter Strike, DotA, dan Audition Ayodance. Mengetahui ini, Ibu Novi lalu membuat suatu situs forum yang bernama ‘LigaGame Online’ untuk menyatukan dan mengumpulkan aspirasi para penggemar aneka game online seluruh Indonesia.

Melalui situs forum tersebut, banyak yang menyuarakan agar didirikannya suatu pusat penampungan dan pelatihan sumber daya atlit cyber game Indonesia, agar atlit-atlit cyber hasil tempaan Indonesia bisa dikirim ke kancah turnamen game online dunia. Dari sinilah timbul kembali ambisi Ibu Novi untuk mewujudkan angan-angannya dulu, yaitu mencari dan melatih bibit berpotensi untuk bisa meneruskan prestasi gamer Indonesia di mata komunitas gamer Internasional, bukan hanya sekedar mengadakan kompetisi game di tanah air semata secara berkala.

“Saya rasa belum cukup hanya dengan memenangkan turnamen kompetisi game dunia sekali saja apabila kita ingin bersaing dengan negara-negara lainnya. Harus ada suatu wadah, tempat dimana kita bisa membina lebih banyak gamer lagi untuk persiapan turnamen-turnamen selanjutnya,” jelas Ibu Novi, “Karena alasan inilah Ayola dibangun, bukan hanya karena untuk menyediakan tempat bagi para gamer agar bisa bermain tetapi juga untuk membantu mengembangkan bakat mereka dan mengeluarkan potensi-potensi yang dapat menuntun mereka menuju tingkat baru kesuksesan dalam dunia gaming.” Ibu Novi kemudian menjelaskan, kalau bukan hanya para gamer saja yang ingin mereka raih untuk mereka kembangkan, tetapi para kreator game juga. Beliau yakin, banyak di antara para penggemar game, baik itu online atau offline, pasti ada beberapa di antaranya yang juga piawai dalam pembuatan game. Keyakinan ini terbukti lewat event workshop yang diadakan oleh Ayola di tahun 2007. Dengan disponsori oleh Intel, Ayola bisa bekerja sama dengan Machinima Asia Academy dari Singapura, mengadakan workshop pembuatan film pendek dan mini game dengan menggunakan tokoh karakter game favorit para peserta. Hal seperti ini diyakini bagus sekali dampaknya untuk masa depan industri game di Indonesia.

Jadi visi Ibu Novi untuk industri game Indonesia dimulai langkahnya dengan membangun Ayola, untuk menyediakan pangsa pasar bagi para individu-individu penggemar game yang memiliki bakat kreatif dalam berkreasi dan juga bagi para gamer untuk bisa berpartisipasi dan berprestasi dalam ajang turnamen game dunia WCG. “Kita harus bisa untuk mengarahkan gamer dan industri game Indonesia untuk menjadi satu 'value' yang besar. Paling tidak di kawasan Jabodetabek terlebih dulu, karena kalau sudah ada prestasi dan hasil, kita akan bisa memperlihatkan pada masyarakat Indonesia kalau dunia game itu sebenarnya punya 'power', bukan sekedar 'lifestyle,' tutur Ibu Novi dengan tegas, “Saya juga yakin kalau tanpa ada kehadiran game di tengah-tengah kehidupan manusia, teknologi tidak akan dapat maju dan berkembang seperti halnya sekarang ini.” PGB

Monday, August 23, 2010

MAD ABOUT WOODS

TEKS: PETIR GARDA BHWANA

Permintaan kayu sebagai bahan konstruksi selalu meningkat dari tahun ke tahun, padahal kemampuan penyediaan volume kayu semakin menipis. Kayu kualitas baik (kelas kuat I/II) umumnya memiliki usia tebang sampai puluhan tahun (30 tahun lebih). Usia tebang yang lama, apalagi dengan areal penanaman yang semakin menyempit, menimbulkan masalah tersendiri bagi penyediaan kayu. Tidak Efisiennya penggunaan kayu solid, yang ketersediaannya makin lama makin berkurang, dan pemanfaatan limbah kayu maupun limbah plastik terasa kian mengganggu.

Penggunaan plastik juga telah berkembang sedemikian rupa, meliputi seluruh sektor kehidupan mulai dari pengemasan berbagai jenis produk, peralatan rumah tangga, mebel hingga bahan bangunan dan otomotif.

Dalam penggunaannya, barang-barang plastik akan menghasilkan limbah plastik yang tidak dapat terdekomposisi oleh mikro-organisme pengurai di alam (non bio-degradable). Limbah plastik telah menimbulkan masalah lingkungan, yaitu penumpukan dalam jumlah besar di alam.

Maka dari itu perlu kiranya diupayakan suatu teknologi yang tepat sehingga limbah di atas dapat dimanfaatkan kembali. Hasil pemanfaatan haruslah tetap memenuhi standar dan spesifikasi teknis yang disyaratkan. Teknologi WPC sangat tepat dipilih sebagai solusi bagi permasalahan di atas.

WPC merupakan singkatan dari Wood Polymer Composit, yaitu suatu produk komposit ramah lingkungan yang merupakan penggabungan antara serbuk kayu sebagai pengisi/ filler dengan plastik/ resin termoplastik sebagai matriks. Penelitian terhadap WPC sudah berkembang di negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang, dan sekarang Indonesia pun sudah menjadi produsen akan bahan WPC ini.

Penggunaan WPC saat ini tidak hanya berkembang untuk produk indoor seperti lantai dan dinding rumah bagian dalam, perabot rumah tangga dan lain-lainnya, tetapi juga berkembang untuk digunakan pada area outdoor seperti dek kapal, lambung kapal, dan atap rumah.

Bahan baku WPC sudah terbukti tahan akan kondisi cuaca ekstrim, tidak menyebarkan api, bisa didaur ulang dan, yang paling utama, amat sangat ramah terhadap lingkungan, mulai dari zat materi yang dikandungnya sampai ke proses produksinya.

PT. GREEN RESOURCES MATERIAL

PT. GRM (Green Resources Material) adalah manufaktur bahan baku ramah lingkungan terdepan di Indonesia saat ini, letaknya berada di pulau Batam, merekalah yang memproduksi bahan baku WPC dan telah mengekspornya ke beberapa negara yang sangat ketat dalam masalah pencemaran lingkungan seperti Singapura, Jepang dan Eropa. Ini menandakan kalau material WPC itu memang Eco-Friendly dan dapat diterima oleh Badan Pengawas Lingkungan negara-negara tersebut.

Wednesday, June 23, 2010

KEBANGKITAN SENI KONTEMPORER INDONESIA SEBAGAI COUNTER ATAS PENGKOMERSIALISASIAN SENI

Teks oleh: Petir Garda Bhwana

Belakangan ini kita banyak mendengar istilah ‘kontemporer’, baik itu seperti tarian kontemporer ataupun seni rupa kontemporer, apa sih sebenarnya ‘kontemporer’ itu?

Dalam seni rupa Indonesia, istilah kontemporer muncul di awal tahun '70-an, ketika Gregorius Sidharta menggunakan istilah ‘kontemporer’ untuk menamai suatu pameran seni patung pada waktu itu. Menurutnya, kontemporer itu artinya kekinian, modern, atau lebih tepatnya adalah sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama. Jadi seni kontemporer adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan jaman dulu dan berkembang sesuai jaman sekarang.

Suwarno Wisetrotomo, seorang pengamat seni rupa, berpendapat bahwa seni rupa kontemporer, pada konsep dasar, adalah upaya pembebasan dari kontrak-kontrak penilaian yang sudah baku atau mungkin dianggap usang. Kalau kita perhatikan, perkembangan seni di Indonesia dewasa ini kerap menunjukkan seni kontemporer menjadi salah satu cabang seni yang sering terpengaruh dampak modernisasi global. Tidak ada lagi sekat antara berbagai disiplin seni. Batas-batas antara seni lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, anarki, omong kosong, hingga aksi politik, sudah melebur menjadi satu, yang akhirnya berujung menjadi suatu seni yang cenderung diminati media massa untuk dijadikan komoditas pewacanaan, sebagai aktualitas berita yang fashionable, bisa disebut juga seperti komersialisasi seni.

Salah satu upaya untuk meng-counter pengkomersialisasian seni ini adalah dengan diselenggarakannya pameran seni berskala besar, yang sebenarnya bertujuan juga untuk membangkitkan gairah seni kontemporer Indonesia, dengan tajuk “Contemporaneity/Contemporary Art in Indonesia” di Museum of Contemporary Art (MoCA) di Shanghai, China, mulai dari 22 Juli sampai 19 Agustus 2010.

Pameran ini akan fokus pada para seniman kontemporer tanah air, memperlihatkan keunikan perkembangan seni kontemporer di Indonesia, yang berbalik 180 derajat apabila dibandingkan dengan tren umum yang terjadi di kancah seni kontemporer internasional. Sekitar 50 karya seni dari 26 seniman yang berbeda-beda alirannya tapi tetap mengacu pada kontemporerisme akan menggelar karya-karyanya di MoCA, Shanghai, demi memperjuangkan martabat seni murni sekaligus membangkitkan seni kriya anak bangsa ke hadapan mata Internasional.

Para seniman kontemporer Indonesia tersebut adalah Agus Suwage, Angki Purbandono, Arahmiani, Budi Kustarto, Christine Ay Tjoe - Deden Sambas, Chusin Setiadikara, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Erik Pauhrizi, FX Harsono, Gede Mahendra Yasa, Handiwirman, I Nyoman Masriadi, Jompet Kuswidananto, Agung Mangu Putra, Nasirun, Pintor Sirait, Putu Sutawijaya, Rudi Mantofani, S Teddy D, Tromarama, Wimo Ambala Bayang, Edwin, Feozan Rizal, Garin Nugroho dan Gatot Prakosa. Para anak bangsa ini akan menyuguhkan penggunaan berbagai media seperti lukisan, fotografi, video, patung, proyek seni, mural dan instalasi interaktif untuk karya seni rupanya masing-masing dalam mencerminkan sejarah, kejadian serta nilai estetis yang terjadi di bumi Indonesia secara figuratif, abstrak dan konseptual.

Jim Supangkat, kurator Indonesia ternama kita, bersama Biljana Ciric, kurator museum Contemporary Shanghai, akan mengkuratori pameran yang akan mempertunjukkan karya-karya yang memperkokoh pengaruh pekanya kesenian etnik Indonesia yang belum dipahami sepenuhnya oleh paradigma seni modern dan kontemporer.

Sebagai seseorang yang peduli sekaligus penggagas diselenggarakannya pameran ini, Presiden Direktur AKR Group, Haryanto Adikoesoemo mengakui bahwa para seniman kontemporer Indonesia tidak kalah kualitasnya dengan seniman-seniman kelas dunia. Menurutnya, sudah selayaknya jika apa yang telah dicapai para artis tanah air itu diperkenalkan di mata dunia.

Pameran yang akan berlangsung selama sebulan ini bisa terlaksana berkat peran serta AKR Group, China Gold Charitable Foundation dan H2 Foundation for Arts & Education. Garuda Indonesia dan Bank Mandiri pun turut juga memberikan dukungannya. Pameran ini sangat didukung oleh Pemerintah Republik Indonesia dan akan dipromosikan di Paviliun Indonesia pada World Expo Shanghai China 2010, sebagai bagian dari acara peringatan 60 tahun Hubungan Diplomatik Antara Republik Rakyat China dan Republik Indonesia. >