Monday, June 25, 2012

Nostalgia Sejuta Rasa

Rindu, senang, terharu, malu, berbaur menjadi satu. Teman-teman lama pun berkumpul kembali dalam reuni. Tetapi ada yang menyambutnya dingin..



 “Gue diberi fasilitas mobil, laptop, ponsel, dan baru-baru ini jam tangan oleh kantor. Bahkan di lounge kantor pun ada PlayStation,” ujar Freddy dengan rasa bangga. Di sekelilingnya, beberapa teman lama duduk mendengarkan. Ada yang terpukau dengan ceritanya, ada yang acuh, tidak sedikit juga yang pergi meninggalkan dia. Mungkin bosan, karena ocehan Freddy sejak 15 menit lalu selalu soal pekerjaan. Malam itu kami berada di dalam ballroom The Sultan Hotel, Jakarta, yang disulap menjadi ajang temu kangen para alumni sekolah. Sekitar 1.000 orang berkumpul di ruangan itu. Kelompok kecil kami hanya satu di antara banyak kumpulan yang mengobrol dan melepas kerinduan sambil mengenang masa lalu. Tampak beberapa guru kami pun juga hadir bersama para petugas sekolah.

Setelah hampir 20 tahun terpisah, tentu saja ada banyak perubahan yang terjadi. Jika dulu kami bertubuh mungil dengan seragam putih merah, kini ada yang berstatus menikah dan sudah menggendong anak. Beberapa teman pun telah memiliki karakter yang berbeda dari pada belasan tahun lalu. Seingat gue, Freddy dulu pasif dan tak banyak bicara. Banyak omong bukan gayanya. Karena berperawakan kecil, dia pernah dianggap kroco sehingga sering disuruh-suruh oleh murid pentolan di sekolah. Malam ini dia malah terlihat seperti bos, dengan perut agak bulat sedikit.

Penampilan Gerald, salah satu teman gue sewaktu zaman sekolah dulu, juga berubah. Sewaktu masa sekolah dulu, dia berperawakan sedang dan berpipi tembem. Sekarang, dia menjadi tambun dan bongsor. “Anak-anak (*kumpulan teman:red) sering kaget dengan perubahan fisik gue. Kalau ditanya kenapa bisa jadi berukuran besar begini? Ya gue jawab aja 'sering makan orang',” ujarnya tertawa.

Lain lagi dengan Marissa, yang akrab disapa dengan Icha. Gadis mungil yang dulu berpredikat sebagai anak pemalu itu, sekarang sudah menjadi artis sebuah drama sitkom “Suami-Suami Takut Istri” pada 2009 lalu. Tentu saja banyak yang tidak menyangka Icha akan berprofesi sebagai artis. Dulu Icha bukanlah gadis populer incaran para bocah laki-laki yang kenal cinta monyet. Meski tubuhnya sekarang tidak seaduhai super model, kepercayaan dirinya memancar jelas malam itu. Icha menyapa banyak orang yang mungkin baru mengenalnya lewat layar kaca.

Menjelang agak malam, gue coba berbaur dengan kelompok lain. Mereka duduk sedikit jauh di pojok ruangan, nyaris tak terlihat. Setelah ngobrol-ngobrol sebentar, gue akhirnya tahu kalau sebagian dari mereka masih ada yang belum seberuntung teman-teman lain.

Sebut saja Darwin salah satunya. Dia masih berjuang mencari pekerjaan baru, setelah beberapa bulan sebelumnya resign dari perusahaan tempatnya bekerja. Dia selalu tampak tidak nyaman jika topik percakapan kami mulai mengarah pada soal-soal pekerjaan. Kalau ada teman lain yang tiba-tiba datang menanyakan perihal pekerjaan, Darwin berdalih. “Sekarang masih bantu-bantu usaha keluarga aja,” jawabnya singkat.

---

Sejak kedatangan Friendster, Facebook, Twitter, Blackberry Messenger dan hasil teknologi lainnya di tengah-tengah kita, menemukan sahabat lama semakin mudah. Acara reuni kecil pun kian mudah diwujudkan karena kita tak harus mengumpulkan banyak orang atau membentuk panitia. Tinggal berkirim pesan, tentukan waktu dan tempat, jadilah reuni. Tak perlu ballroom, kafe atau restoran saja sudah cukup untuk dijadikan tempat berkumpul. Itu sebabnya, undangan reuni kecil lebih sering datang daripada reuni akbar di ballroom dengan kapasitas ribuan orang seperti yang gue kunjungi kemarin. Sebenarnya, gue pribadi pun lebih menyukai reuni berskala kecil. Selain tidak bingung memilih teman ngobrol, karena saking banyaknya yang datang, biasanya reuni kecil itu dihadiri oleh orang-orang yang memang pernah merasakan suka-duka bareng, seperti teman satu kelas atau sahabat dekat.

Begitu mudahnya reuni masa kini, sehingga kita sering sekali mendapat e-mail atau pesan ajakan reuni dari teman sekolah, rekan-rekan kerja di kantor sebelumnya, teman seperjalanan saat liburan, teman kuliah, teman kursus, teman bermain dan masih banyak lagi. Ketika berjumpa, pembicaraan pun beragam, termasuk kenangan-kenangan indah di masa lalu. Nostalgia adalah magnet yang begitu kuat menggiring orang untuk menghadiri reuni. “Perasaan untuk kembali lagi ke masa-masa dulu untuk bernostalgia memang selalu ada dalam kita,” kata A. Kasandra Putranto, psikolog dari Himpsi Jaya (Himpunan Psikologi Indonesia Wilayah Dki Jakarta).

“Seru pokoknya, bisa ngobrol dan 'nostal-gila' dengan teman-teman SD,” ujar Angga, satu dari sekian teman sekolah gue yang masih berhubungan kontak sampai sekarang, “Reuni juga membantu gue dekat kembali dengan teman-teman SD yang sudah lama nggak ketemu.”

Reuni ternyata bisa membantu manusia menemukan jati dirinya kembali. “Secara tidak langsung, reuni menghubungkan mereka dengan “rumah” asal tempat mereka tumbuh dulu, melalui perjumpaan dengan orang-orang dari masa lalu,” ujar Dra. Ratih Andjayani Ibrahim, MM., psikolog dari lembaga Personal Growth. Reuni bukan cuma membantu kita eksis lagi, tapi juga membantu pengukuhan diri kembali. Selain itu identitas diri pun bisa semakin kuat dengan menghadiri reuni. “Reuni membantu konstruksi biografi identitas kita. Dengan mengetahui kisah tentang identitas diri, kita lebih percaya diri menghadapi ketidakpastian di masa depan,” kata Roby Muhamad, Ph.D, dosen Fakultas Sosiologi di Universitas Indonesia

Tetapi tidak semua orang siap menyambut undangan reuni. Bono, salah satunya. Guru les komputer ini malah berpikir dua kali untuk mendatangi reuni. “Setiap bertemu teman lama, pertanyaan yang diajukan pertama kali pasti mengenai profesi,” jelasnya. “Tapi setelah gue jawab, mereka hanya merespon seperlunya dan tidak tertarik lagi untuk melanjutkan percakapan” katanya sedih.

Perasaan berkompetisi kadang tak bisa dihindarkan dari ajang reuni. “Orang-orang selalu ingin mengetahui sejauh mana perbedaan ukuran perekonomian mereka, khususnya dengan orang-orang yang mereka rasa memulai langkah hidupnya berbarengan,” ungkap Roby. Tak heran jika ada yang mudah merasa minder dengan pencapaian yang dianggap berbeda jauh dengan rekan lainnya. Akhirnya mereka memilih absen dengan berbagai alasan.

Tetapi ekonomi bukan satu-satunya masalah. Pipin misalnya, temannya istri gue. “Awalnya saya senang. Tetapi sewaktu tahu ada teman yang punya masalah sama saya juga datang, jadi males perginya,” katanya dengan nada sinis. Ia tak menjelaskan dendam yang tersimpan, meski akhirnya memutuskan tetap datang. “Tetapi ya jangan harap saya mau menyapa orang itu, melihat ke arahnya saja ogah!” katanya.

“Sebenarnya akan lebih baik bagi individu tersebut untuk mencoba bersikap berani menghadapi mereka, dan masa lalu, dengan keadaan dirinya yang sekarang,” ujar Ratih. “Hal tersebut akan membantunya melanjutkan kehidupan yang dijalaninya sekarang. Karena kalau tidak dilakukan, maka akan berpotensi untuk terus menghantuinya.”

---

Reuni ternyata bukan hanya ajang bernostalgia. Bagi mereka yang belum memiliki pasangan hidup, kesempatan ini bisa dimanfaatkan untuk menemukan cinta lama yang pernah hilang. Semasa SMP dulu, Ahmad Azhuri, disapa Heri, pernah menyukai seorang gadis. Sayang, ia tak sempat mengutarakan perasaannya. Ketika berjumpa lagi di acara reuni, ia tak menyia-nyiakan kesempatan itu. “Serangan” pendekatan pun mulai gencar dilakukan. “Saya tidak menyangka bisa mendapat jodoh dari reuni,” kata Ulis Lisnawati, kekasih Heri. Pertengahan tahun ini, kedua alumni sebuah SMP di Bogor ini baru saja melangsungkan pernikahannya 7 bulan yang lalu.

Luka lama pun bisa hilang setelah reuni. Titania Wulansari, seorang karyawan swasta sudah membuktikannya. “Waktu SD dulu, saya musuhan berat dengan anak sok cantik itu,”  ujarnya. Penyebabnya adalah sang ketua kelas yang ganteng. Tita dan teman sekelasnya itu saling berebutan mencari perhatian darinya hingga berujung permusuhan berkepanjangan. Kini, setelah bertemu lagi di reuni, dia dan “musuh lama” itu malah membicarakan kekonyolan mereka sambil tertawa-tawa.

Nostalgia dalam reuni memang menjanjikan sejuta rasa. Banyak kejutan yang menanti Anda di acara itu. Jadi, kalau ada undangan reuni mampir ke Facebook, e-mail atau ponsel Anda, jangan ragu lagi. Jawab saja: Siap!  PGB            




Wednesday, May 9, 2012

IMAX 3D TECHNOLOGY - First Impression!

FULL ENTERTAINMENT TO THE MAX!



Awal Mei 2012, gue diajak sobat gue untuk menonton 'The Avengers', sebuah film superhero dunia Marvel arahan sutradara Joss Whedon yang terkenal dengan karyanya 'Buffy The Vampire Slayer' yang nge-hits di tahun '90-an.
The Avengers
Bukan sembarang teater yang kita datangi untuk menonton film The Avengers, sobat gue lagi gak mau setengah-setengah menikmati aksi laga para superhero legendaris tersebut, Cinema XXI telah meluncurkan format teater IMAX di Gandaria City - Jakarta untuk memenuhi dahaga para penggila film, jadilah akhirnya kita memesan tiket The Avengers 3D IMAX Premiere, yeaaah!

ENTER THE IMAX REALM
Meskipun harus menunggu 15 menit lebih lama dari jadwal seharusnya untuk bisa masuk ke ruang teater (gara-gara seorang selebriti berinisial TY yang datang bersama keluarganya DIDAHULUKAN oleh pihak 21 Cineplex), muncul dua pendapat dalam benak gue saat melangkah masuk ke ruangan teater. Pendapat pertama gue terhadap tata ruang teater IMAX di XXI adalah "posisi tempat duduknya kok tidak terlalu curam ya?"
Posisi tempat duduk penonton yang curam di IMAX negara lain
Di teater-teater IMAX yang terdapat di negara lain, penempatan posisi tempat duduk penonton diposisikan agak curam, hal ini dimaksudkan untuk membantu mata penonton mendapat ruang lingkup layar secara penuh, memenuhi mata, agar bisa mendapatkan efek ilusi nyata dari film yang ditampilkan tanpa terganggu oleh penampakan siluet kepala penonton lain yang duduk di depan kita.

Penempatan posisi tempat duduk yang curam untuk membantu
mata penonton mendapatkan scope layar secara penuh
Setelah diamati, mungkin saja yang jadi kendala adalah ukuran dan besar ruangan yang sanggup disediakan oleh pihak pengelola Mal Gandaria City kepada XXI untuk membangun teater IMAX ini. Bayangkan saja, jika ingin benar-benar mendapatkan full IMAX experience, ukuran teaternya paling tidak harus sebesar kubah raksasa Keong Mas yang ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII)!

Keong Mas di TMII yang sudah lebih dulu menggunakan
teknologi IMAX, tapi belum 3D
Pendapat kedua, yes, layarnya memang sudah agak cekung - sesuai dengan format layar IMAX standar. Hanya saja kok tidak selebar dan sebesar yang ada di teater IMAX negara lain? jangan salah, ternyata layar IMAX ini sudah ada versi "mini"-nya.

Perbandingan layar IMAX sesungguhnya (Lincoln Square) dengan
yang sudah diperkecil (Empire 25)
Dari gambar di atas, kita bisa lihat kalau teater IMAX yang terdapat di Lincoln Square, Chicago, adalah ukuran layar IMAX yang sebenarnya, yaitu 23x30 meter. Nah, kalau yang ada di Gandaria City Jakarta, format layar yang kita pakai adalah 20x11 meter, tak begitu jauh dengan yang dipakai oleh teater sinema 'Empire 25 IMAX' di New York, yaitu 8,5x18 meter.

Di dalam situs www.daveonfilm.com, perilisan layar IMAX yang 'diperkecil' ini dikritik oleh Roger Ebert, seorang kritikus film dari media Chicago Sun-Times. Dia menjelaskan keberatannya pada media, seperti yang dikutip oleh situs 'Dave on Film': "Call it IMAX Lite, IMAX Junior, MiniMax or IMAX 2.0" as long as you don't just call it IMAX and confuse the customer!" (Sebut saja IMAX Lite, IMAX Junior, MiniMax atau IMAX 2.0, asal jangan disebut sebagai IMAX dan membuat para penonton salah paham!)

Menurut Ebert, agar tidak membingungkan penonton awam, lebih baik pihak IMAX mendirikan teater dan layar IMAX yang sesungguhnya, daripada mendirikan teater sinema biasa yang sistem proyeksinya telah dibuat lebih canggih dengan teknologi IMAX.

Tapi, beda kepala pasti akan beda pendapat. Angga, salah satu sobat gue yang juga seorang movie freak, tampak tidak keberatan ketika ditanya soal performa teater IMAX yang ada di XXI Gandaria City. "Keren banget! meskipun tidak sebesar dengan IMAX yang ada di negara lain, pokoknya masih tetap bisa puas nonton. Pokoknya gue tetap positive thinking-lah dengan IMAX disini." ujarnya. 

Gue sendiri? sebenarnya ada sih harapan untuk bisa menonton film 3D di layar IMAX yang berukuran paling tidak sama dengan ukuran layar yang ada di kubah Keong Mas, tapi kalau yang tersedia untuk khalayak umum masih yang berukuran 20x11 meter seperti yang ada di Gandaria City, ya why not? tidak usah jadi idealis bangetlah kalau soal hiburan, yang penting good entertainment. PGB 






Tuesday, March 6, 2012

7 Things To Do at Busway Shelter

Sebenarnya gw cenderung lebih memilih penggunaan kata 'bus transjakarta', tapi khalayak ramai warga Indonesia biasa mendengar istilah 'busway' (-.-).. so, here we go


Semenjak tahun 2004, busway sudah menjadi moda transportasi umum dalam kota yang banyak dipakai oleh warga Jakarta. Orang kantoran, anak kuliahan, pelajar, masyarakat, sudah menjadikan busway sebuah alternatif utama selain angkutan umum lainnya seperti bus mayasari, metromini, APB, patas AC dll. 

Sebagai salah satu pengguna busway (tidak bisa dibilang setia juga sih, wonk memang butuh, kalo punya motor ya mendingan bawa motor) gw punya beberapa saran bagi Anda sekalian yang juga "gemar" naik busway.. tapi kemudian merasa sekarat karena kebosanan menunggu dalam antrian yang penuh sesak dan bermacam-macam tingkah pola penumpangnya.


HAL-HAL YANG BISA DILAKUKAN SELAGI MENUNGGU BUSWAY:

PERTAMA > PASANG MATA: Salah satu hal yang mungkin Anda semua langsung sadari, jika kita berada dalam barisan antrian, secara otomatis pasti akan bisa melihat langsung penumpang-penumpang lain yang berpapasan ke arah yang berlawanan (biasanya berasal dari pintu penurunan menuju ke dalam halte buat transit). Jadi jika  mata Anda sudah bosan melihat sekumpulan rambut-rambut hitam kumel sehabis bekerja seharian, alihkan saja mata ke arah penumpang-penumpang lain yang papasan tsb untuk mencari pemandangan yang segar-segar. Jika Anda cowok ya silahkan pelototin yang bening-bening dan jika Anda cewek ya silahkan pelototin yang ganteng-ganteng, I do this all the time :). Alternatif lainnya (sebenarnya ini nggak disarankan sih) jika ada penumpang lain yang sedang SMS-an atau BB-an, dan posisinya dekat dengan kita sehingga teks yang diketiknya secara tak sengaja terbaca, ya udah, kalo lagi mood iseng, baca aja diam-diam, habis mau gimana lagi.

KEDUA PASANG MULUT: Jika sendiri, cobalah ajak orang di sampingmu ngobrol; biasanya topik pertama yang paling mudah diangkat adalah tentang lama datangnya busway. Jika bepergian dengan teman, ya itu entah dia yang senang ngerumpi atau Anda yang senang ngegosip, ajaklah bicara.. tapi biasanya hal ini akan terjadi secara alamiah sih. Mengobrol dengan teman akan sangat efektif mengusir rasa bosan mengantri, waktu terasa cepat, khususnya jika Anda sedang berjalan dengan sang gebetan dalam rangka pedekate. Dan perlu dicatat, ngobrol sambil dempet-dempetan dengan gebetan itu asik dan enak saudara-saudara.

KETIGA > PASANG TELINGA: Bisa dijamin murah meriah. Setiap hari yang namanya terperangkap di antrian berjubel halte busway, SUDAH PASTI akan ada salah satu dari sekian penumpang yang bakalan menelepon dengan suara kencang, atau beberapa orang yang mengobrol dengan kekuatan suara yang memungkinkan kita sampai tahu betul seluk-beluk isi percakapannya; dan mungkin tidak kalah seru dari cerita sinetron atau pun drama Korea *halah*. Kadang-kadang isi topik pembicaraannya suka berkaitan dengan situasi kerjaan di kantor yang do'i mulai terasa gak betah, urusan bisnis di luar kota (biasanya nama kota Jakarta nanti dibawa-bawa,karena yang nelepon juga bukan orang Jakarta), atasan atau rekan kerja yang rese', gebetan yang ngajak janjian ketemu di halte busway lain yang searah, pacar atau pasangan nikah yang nanyain posisinya sudah ada di mana, obrolan kuliahan, curhat ke temen tentang perasaan suka tapi masih belum sadar kalo itu perasaan suka, obrolan politik, dan topik-topik ajaib lainnya. Atau bisa juga gini, kalau masih belum punya MP3/MP4 Player, tapi orang yang pake headphone di sebelah elo pasang musiknya kenceng banget, sampe lagunya "bocor" keluar dan kedengaran sama kita, kalo menurut lo lagunya enak, boleh juga tuh numpang dengerin lagu.

KEEMPAT SEDIA ALAT KOMUNIKASI: Kenapa gw nulisnya 'alat komunikasi'? karena sudah ada BB (Blackberry) yang kegunaannya lebih dari sekedar alat komunikasi oral jarak jauh, yaitu juga memberikan fasilitas text messenger. Kalau punya BB, ya Anda pasti akan BBM-an.. kalau Anda baru punya ponsel saja, ya manfaatkanlah fitur-fitur yang tersedia di dalamnya. Gunakanlah ponsel tsb untuk SMS atau berkirim pesan singkat dengan orang-orang terdekat Anda, atau cobalah telepon seseorang yang menurut Anda nyaman untuk ditelepon. Dua-duanya tidak sempat atau malas melakukannya? mainkan saja mini game yang ada di dalam ponsel, paling tidak membuat Anda lupa waktu sebentar (jika Anda tipe orang yang senang nge-game ya).

KELIMA SETEL MUSIK: Nah yang ini nih biasa dilakukan oleh sebagian besar penumpang. Mendengarkan musik dari radio ponsel, MP3/MP4 Player, CD player, atau muterin lagu-lagu yang disimpan di ponsel. Kalau belum punya semua itu.. ya nyanyi-nyanyi aja sendiri (asal jangan kenceng-kenceng, malu ah)

KEENAM  > BAWA BACAAN: Termasuk orang yang gemar membaca buku? bawalah buku untuk bahan bacaan Anda sambil berdiri di antrian. Buku apa saja boleh; buku juz Amma, novel, TTS, kamus, komik, panduan shalat, asal jangan majalah FHM atau POPULAR aja ya, ribet entar after effect-nya.

KETUJUH (alternatif) > MAIN GADGET: Sebenarnya tidak disarankan sih, apalagi kalau membawa benda-benda ini ke dalam antrian penumpang busway yang pasti nanti berdesak-desakan dan sikut-sikutan.. but that's all up to you.. Nah, buat Anda yang 'sadar teknologi' dan mengikuti perkembangan gadget (alat elektronik) apapun, Anda bisa menyibukkan diri dengan benda-benda ini sembari menunggu busway tiba: Buat Anda yang selalu aktif berselancar internet, sudah ada yang namanya PC tablet atau sejenisnya, seperti Galaxy Note atau iPad, dan buat Anda yang seorang gamer, ada juga gadget buat nge-game yang disebut 'handheld portable game system', seperti PSP atau Nintendo DS Lite, yaitu sebuah gadget untuk main game tapi yang ringan dan bisa dibawa kemana-mana. Kedua jenis gadget ini dijamin akan membuat Anda lupa dengan orang-orang sekitar, nanti tahu-tahu udah disuruh masuk ke busway deh sama petugasnya.

Sebenarnya masih banyak daftar 'kerjaan' kala mengantri di antrian busway, tapi ketujuh poin di atas ini adalah yang paling sering terlihat dilakukan oleh para penumpang. Bagaimana? apa Anda termasuk salah satunya?  PGB


Monday, March 5, 2012

Hitungan hari menuju takdir selanjutnya



Kemarin, saya baru saja mengantarkan istri tercinta untuk di-USG di RS.Cipto Mangunkusumo sekitaran Salemba. InsyaAllah dalam hitungan hari, istri saya akan melahirkan anak pertama. Penantian cemas selama 1,5 tahun ini pun berbuah manis dengan munculnya dua garis hitam di alat pemeriksa kehamilan (test pack). Padahal sebelumnya saya sempat cemas, sudah giat melakukan 'sunnah rasul' tapi kok belum ada tanda-tanda kehamilan pada istri.

Akhirnya, Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, ternyata Engkau masih memberikan hambaMu ini kesempatan untuk mengasuh dan menyayangi titipanMu kepada kami. Kebahagiaan ini bukan hanya saya dan istri yang merasakannya, tapi juga dari kedua belah pihak keluarga kami masing-masing.

Tentu saja, tanggung jawab yang besar pun diperlukan. Segala macam sikap egois dan kekanakan yang masih kumiliki ini harus perlahan-lahan dihapus dan dihilangkan. Membesarkan titipan Allah tidak bisa dibilang perkara yang sepele. Kasih sayang, perhatian, didikan agama dan nafkah pun harus selalu terjaga alirannya. Maka dari itu segala bentuk pengalih perhatian pribadi harus dipotong secara ekstrim tapi tidak dihilangkan (seperti hobi atau kebiasaan berbelanja/jajan yang tidak perlu), yakinlah semua itu akan bermanfaat. Tapi ingat, bukan berarti hobi atau kebiasaan kita harus dihilangkan, dikurangi saja. Kalau tidak ada 'hobi' bagaimana coba kita para laki-laki bisa mengalihkan atau mengurangi depresi kita (namanya manusia itu perlu entertainment juga-lahir dan batin, kita bukan robot yang bisa 24 jam standby bukan?)

Jadi konklusinya, diberi titipan seorang manusia oleh Allah SWT merupakan suatu anugerah tuhan yang tiada duanya. Kewajiban orangtua untuk memperkenalkan agama Islam dan Allah SWT pada anak menjadi hal mutlak, tak bisa ditawar-tawar. Kelak buah hati kita inilah yang nanti do'a-do'anya akan menyertai kita kelak di dalam kubur, menunggu panggilan berkumpulnya ke padang Mahsyar. (PGB)

Wednesday, June 15, 2011

Somehow.. I feel at peace.. even just a little.

Months gone by.. and I just accomplished a little piece of my mountain-sized wishes. Even though, the thing that surprised me was that my first achievement actually gave me a little bit of peace inside the heart. I already knew about fulfilling one wishes could boost someone's happiness rate, but I never thought it would be this calming!

For once, I don't even care 'bout others. All the trashy whispering secrets and cynical-ism that sounded like bull-crap, all of that just can go to hell. Come to think of it, they just simply stink but there's no real harm done. I can easily ignored these stupid useless things 'coz now there are something FAR MORE BETTER (and healthier) has await me in my own cozy room.

Behold, the newest and latest development of sensor motion that has captured many hearts of gamer: "The Xbox 360 Kinect" Never before a console become so complete yet so healthy at the same time. 

Health experts have already suggested sports to people since long time ago. After the arrival of the millennium era, stress rate has increased rapidly due to population growth and concerning health care. Hectic lifestyle also contributes to stresses.

By doing sports, we can reduce stress levels. It calms the unrest minds. But time aren't a luxury for people that are too busy, and they'll for sure be doing something too important to be left out. So how about working out (sport) in-door? Don't have the proper imagination to work it out? have no fear, kinect is here!

You don't have to go to the park or the gym regularly anymore. Xbox 360 games are now kinect supported, so you can still jog, move, do tai-chi or even play soccer without going out. Sport calms the mind. Sport is moving, playing kinect is moving. Moving is the best medicine, so go kinect. "Jump in", literally ;) 



Saturday, May 21, 2011

Wishes Never Over

An hour before dawn..

Just as you thought your life are already near "perfect" (according to your silly ideals) FACTS kicks in. Yes, yes, being a grown up means forget all that childhood stuffs like playing your old toys and sleazing off on a couch watching your favorite cartoons.. but does it preventable? I couldn't even help myself memorizing all of my nostalgic cartoons and old toys.. and I missed them, missed the atmosphere.. the calmness, never worried of being mugged or hurt 'coz u know your folks are there protecting you, safe from all harm, nice and quiet, tuck in inside the deepest part of your comfy home.

But then, we HUMANS, have to grow up. Become adults, living everyday life, seeking jobs, seeking money, to pay the rent, to get married.
Last thing on earth that humans need IS money. But MONEY couldn't buy HAPPINESS. If a man truly happy then money isn't of a concern, so how could we be happy?

Usually "happy" means fulfillment of every wishes. Wishing to have an Xbox 360 Kinect, wishing to have an artistic-melancholic girlfriend, wishing to be proper dressed, wishing to have friends that support and understands you.. all wishes are LEGAL. You don't have to pay to wish for something, JUST WISH to something that you believe to.

Of course it's never over.. wishes do tend to accumulate by numbers. So what happen if we are never to get our wishes come true? Dissapointment comes. Disappointed by our belongings, disappointed by our co-workers, disappointed by our public transportation management, disappointed of not having friends.. I assure you it FELT LIKE DICK.

But here's a tip: Life is unpredictable, the only thing you can predict is your wishes. Don't be afraid to wish something you wanted deep down inside your heart, and don't forget to be always determinant to make your wish come true, just don't push it too far okay, know your limit  :)

REMEMBER, you think you are alone but in fact you ARE NOT, you just haven't realized it yet. Look around.. and observe, there are people that will be there for you  ;)

Thursday, October 21, 2010

Pemberi Nafas industri Game Indonesia

Teks: Petir Garda Bhwana

Sudah menjadi pengetahuan umum sebagian besar masyarakat perkotaan di Indonesia kalau warnet-warnet bukan hanya sebagai tempat untuk membuka situs internet dan jejaring sosial saja, tetapi sudah menjadi ajang perkumpulan anak-anak ataupun orang dewasa, yang masih suka memainkan berbagai jenis permainan komputer online. Dari sinilah timbul berbagai komunitas gaming ternama di kalangan gamer dunia, sebutlah XcN (asal Indonesia) dan Virtus.Pro (asal Rusia). Kedua tim ini sudah pernah mewakili negaranya masing-masing untuk berkompetisi di ajang turnamen game sedunia.

Di Indonesia sendiri, telah berdiri suatu tempat bernama Ayola: Cyber Game Square, yang terletak di Mangga Dua Square lantai 2, yang memang didirikan untuk melakukan pembinaan dan pelatihan bagi siapa saja yang mau serius menekuni dunia cyber game profesional agar bisa berprestasi dalam event kompetisi dunia game online ‘WCG’ (World Cyber Game). Ibu Novi, selaku penggagas didirikannya Ayola, mengaku kalau dia pun dulunya adalah seorang pemain game online juga.

Ibu Novi
Tampak depan AYOLA
Interior dalam AYOLA
Layar 32" inch yang besar




























































Di zaman keemasannya itulah, ibu Novi beserta KGI (Komunitas Gamer Indonesia) pernah mengharumkan nama bumi Indonesia dengan berhasil meraih gelar juara ke-tiga di kompetisi ‘Gunbound World Championship’ yang diselenggarakan di Korea Selatan. Keberhasilannya menyabet gelar juara itu pun menyita perhatian Menpora, membuka mata mereka kalau prestasi bukan cuma bisa dilakukan oleh para atlit di ajang kompetisi olahraga ASEAN saja, tapi di kompetisi game dunia WCG juga bisa. Semenjak itu pula, timbul keinginan dari Ibu Novi dan KGI untuk meneruskan prestasi para atlit cyber game Indonesia dengan mencari dan mengembangkan bibit-bibit baru yang berpotensi.

Kemudian sekitar tahun 2004 lalu, Ibu Novi beserta rekan-rekan KGI berniat untuk mengadakan suatu acara gathering komunitas pemain game Gunbound se-Indonesia. Tapi Telkomsel, yang menjadi sponsor acara mereka pada waktu itu, mengajak Ibu Novi untuk membuat acara gaming online selama 72 jam non-stop untuk MURI (Museum Rekor Indonesia). Hasilnya, nama KGI pun tertoreh dalam catatan buku MURI. Peristiwa ini jelas mendatangkan keuntungannya sendiri, karena setelah dua minggu event itu berlalu, komunitas para pemain game Gunbound di KGI bertambah secara signifikan. Ibu Novi semakin bersemangat untuk melebarkan komunitas Gunbound melalui event-event KGI. “Karena di Indonesia sudah ada publisher game online resmi, maka mengumumkan event kompetisi pun menjadi lebih mudah,” tutur Ibu Novi, “Cukup dengan memasang pengumuman pada web page dan membuat serangkaian kompetisi dengan hadiah menarik, pasti akan menarik minat lebih banyak gamer untuk bergabung.”

Satu tahun kemudian, Ibu Novi pun ‘tersadar’ kalau ternyata bukan cuma Gunbound saja yang ramai digemari oleh para gamer Indonesia, tapi ada juga beberapa game online lain yang memiliki basis gamer yang kuat, sebut saja Counter Strike, DotA, dan Audition Ayodance. Mengetahui ini, Ibu Novi lalu membuat suatu situs forum yang bernama ‘LigaGame Online’ untuk menyatukan dan mengumpulkan aspirasi para penggemar aneka game online seluruh Indonesia.

Melalui situs forum tersebut, banyak yang menyuarakan agar didirikannya suatu pusat penampungan dan pelatihan sumber daya atlit cyber game Indonesia, agar atlit-atlit cyber hasil tempaan Indonesia bisa dikirim ke kancah turnamen game online dunia. Dari sinilah timbul kembali ambisi Ibu Novi untuk mewujudkan angan-angannya dulu, yaitu mencari dan melatih bibit berpotensi untuk bisa meneruskan prestasi gamer Indonesia di mata komunitas gamer Internasional, bukan hanya sekedar mengadakan kompetisi game di tanah air semata secara berkala.

“Saya rasa belum cukup hanya dengan memenangkan turnamen kompetisi game dunia sekali saja apabila kita ingin bersaing dengan negara-negara lainnya. Harus ada suatu wadah, tempat dimana kita bisa membina lebih banyak gamer lagi untuk persiapan turnamen-turnamen selanjutnya,” jelas Ibu Novi, “Karena alasan inilah Ayola dibangun, bukan hanya karena untuk menyediakan tempat bagi para gamer agar bisa bermain tetapi juga untuk membantu mengembangkan bakat mereka dan mengeluarkan potensi-potensi yang dapat menuntun mereka menuju tingkat baru kesuksesan dalam dunia gaming.” Ibu Novi kemudian menjelaskan, kalau bukan hanya para gamer saja yang ingin mereka raih untuk mereka kembangkan, tetapi para kreator game juga. Beliau yakin, banyak di antara para penggemar game, baik itu online atau offline, pasti ada beberapa di antaranya yang juga piawai dalam pembuatan game. Keyakinan ini terbukti lewat event workshop yang diadakan oleh Ayola di tahun 2007. Dengan disponsori oleh Intel, Ayola bisa bekerja sama dengan Machinima Asia Academy dari Singapura, mengadakan workshop pembuatan film pendek dan mini game dengan menggunakan tokoh karakter game favorit para peserta. Hal seperti ini diyakini bagus sekali dampaknya untuk masa depan industri game di Indonesia.

Jadi visi Ibu Novi untuk industri game Indonesia dimulai langkahnya dengan membangun Ayola, untuk menyediakan pangsa pasar bagi para individu-individu penggemar game yang memiliki bakat kreatif dalam berkreasi dan juga bagi para gamer untuk bisa berpartisipasi dan berprestasi dalam ajang turnamen game dunia WCG. “Kita harus bisa untuk mengarahkan gamer dan industri game Indonesia untuk menjadi satu 'value' yang besar. Paling tidak di kawasan Jabodetabek terlebih dulu, karena kalau sudah ada prestasi dan hasil, kita akan bisa memperlihatkan pada masyarakat Indonesia kalau dunia game itu sebenarnya punya 'power', bukan sekedar 'lifestyle,' tutur Ibu Novi dengan tegas, “Saya juga yakin kalau tanpa ada kehadiran game di tengah-tengah kehidupan manusia, teknologi tidak akan dapat maju dan berkembang seperti halnya sekarang ini.” PGB